Senin, 11 Januari 2010

JAJAN PASAR

Pudak Jagung


Jajan tradisional ini memiliki rasa dan aroma yang sangat khas, sedap dan legit. Aromanya mutlak didapet dari kulit jagung segar yang digunakan sebagai pembungkusnya. Sebaiknya tidak menambah bahan2 lain seperti nangka, pisang, duren dll karena akan merusak citarasa jajanan ini. Yang ditonjolkan adalah simplicity dan aroma jagungnya yang khas. Satu2nya flavor yang netral dan cocok untuk jajan ini hanyalah vanilla.

PUDAK JAGUNG
Recipe by: Lia
Bahan:
500 gr jagung manis yang udah diparut (boleh diparut kasar sebagian)

250 gr kelapa setengah tua, parut memanjang

100 – 150 ml santan kental (sesuaikan takaran dengan kondisi jagung)

50 gr maizena

½ - 1 sdt vanilla essence (dikit aja biar gak ngalahin aroma
jagung)
75 gr gula pasir ato sesue slera (sesuaikan dengan kadar kemanisan jagung)

½ sdt garam ato secukupnya

Kulit jagung segar untuk membungkus

Cara:

Aduk semua bahan jadi satu.

Ambil selembar kulit jagung, letakkan 1-2 sdm adonan di salah satu sisinya, atur memanjang lalu gulung dengan hati2. Semat kedua ujungnya pake tusuk gigi ato lidi (kayak ngebungkus lemet gituh...)
Kerjakan sampe adonan habis, kukus dengan uap panas selama 20-30 menit ato sampe matang.
Sajikan gituh ajah, ato kalo suka kelapa yang royal bisa disajikan dengan taburan kelapa parut lagih.
Note:
Kalo gak ada kulit jagung, boleh pake loyang biasa ajah. Cuman aromanya kurang wangi ajah.

Pilih jagung manis yang tidak terlalu muda, gue pake yang setengah tua biar ga terlalu lembek.
Sebaliknya, kalo pake jagung lokal pilih yang muda agar hasilnya empuk.

Wednesday, August 23, 2006

Pastel Basah

Ada banyak jenis pastel. Secara garis besar sih ada tiga golongan yaitu Pastel Basah, Pastel Kering dan Pastel Tutup. Kalo pastel kering isinya adalah abon sapi, maka pastel basah memiliki banyak variasi isi. Dari isi wortel doang, ragout sampe soun. Kulitnya pun ada banyak jenis. Ada yang kulitnya renyah, ada juga yang lembut. Pastel tutup punya penampilan yang unik, yaitu adonan isi yang tumplek blek dalam satu pinggan, baru ditutup dengan adonan kentang, trus dioven.
Ngobrol2 pastel basah, bagi gue pastel basah yang enak adalah... yang kulitnya memiliki permukaan kering, gak menyerap minyak, tapi saat digigit terasa lembut dan empuk, dan tetep lembut walo dicuekin di terkena angin seharian. Itu baru kulitnya. Lalu bentuknya, chubby tapi ngga kopong aliyas bolong di dalem. Chubby karena isinya full. Lalu isinya... ragout yang manteb gak kebanyakan tepung, juga bukan isi soun ato bihun, kalo digigit gak jadi brantakan biar sopan :D perpaduan wortel, kentang & daging kudu pas dengan aroma pala yang wangi, tanpa susu biar gak eneg.
Ah susah amat sih bikin pastel...! Eh ternyata enggak kok, gampang kok. Yang susah justru milin pinggirannya hehehe...
Bagi gue, pastel basah yang paling enak adalah... pastel buatan Ummi! Ini gue contekin dari catetan blio ya, kapan hari sempet dipraktekin bareng2 ama Monica, Mbak Puji dan Yulia, sambil blajar memilin langsung dibawah bimbingan pastel master, yaitu Ummi gue :)
Variasi lain dari pastel dengan menggunakan resep kulit yang sama, yaitu Samosa aliyas Curry Puff ato Pastel Kari. Gue pernah posting sebelumnya, bisa klik disini ya...


PASTEL BASAH ala Ummi-nya Lia
Recipe by: Ummi
Bahan Kulit:
500 gr terigu protein sedang (segitiga biru ato gunung bromo)
100 gr margarin, lelehkan
1 butir telur
250 ml santan dari ¼ butir kelapa
Garam secukupnya
Cara:
Sangrai tepung sampai cukup panas dan kering, ayak, pindahkan ke baskom & buat lubang ditengahnya, diamkan sampe hangat.
Rebus santan sambil diaduk2 biar ngga pecah, angkat & diamkan sampe hangat.
Kocok margarin leleh, garam dan telur sampe rata. Tuang ke lubang ditengah tepung hangat, uleni sambil dituangi santan hangat dikit2 sampe menyatu dan kalis. Diamkan 15 menit.
Adonan kulit siap dibentuk dan diisi.

Bahan Isi:
250 gr wortel, bersihkan & iris dadu kecil2
250 gr kentang, bersihkan & iris dadu kecil2, cuci bersih sampe airnya bening
150 gr daging sapi, rebus sampe empuk, iris dadu kecil2
250 ml kaldu daging
2 sdm irisan seledri (boleh lebih kalo suka)
7 butir bawang merah, iris halus
5 siung bawang putih, geprak & cincang
3 sdm minyak untuk menumis /secukupnya
2 sdm terigu + 1 sdt maizena, larutkan dengan air dikit
Irisan telur rebus secukupnya (tebel tipis sesue slera ajah)
Bumbu:
½ sdt merica bubuk /secukupnya
½ sdt pala bubuk /secukupnya
Garam & gula pasir secukupnya
Cara:
Goreng kentang sampe rada kering, tiriskan (ingat, jangan terlalu kering ya!).
Panasin minyak, tumis bawang merah+putih sampe wangi kekuningan, masukin wortel. Aduk rata, tuangi air kaldu.
Masak dengan api kecil sampe wortel setengah matang, masukin kentang, daging dan bumbu2. Masak sampe semua bahan matang dan airnya tinggal dikit, tambahkan seledri, aduk2 bentar.
Masukin larutan tepung, aduk cepat & rata sampe adonan isi menjadi pekat dan matang (ngga brasa tepung lah), angkat.
Diamkan sampe bener2 dingin, siap diisikan ke kulit.

Penyelesaian:

Bagi adonan kulit dan isi masing2 menjadi 20 bagian ato sesue slera.
Tipiskan satu bagian adonan kulit membentuk lingkaran (tipisinnya diantara dua lembar plastik yang dialasi bagian blakang loyang ato talenan).
Beri satu bagian isi, atur posisinya rada minggir membentuk setengah lingkaran didalam kulit, susun 1-2 iris telur rebus diatasnya.
Lipat setengah bagian kulit sehingga membentuk setengah lingkaran, rapikan & pilin pinggirnya berbentuk pastel.
Kerjakan terus sampe semuanya abis.
Deep fry sampe keemasan (jangan sampe nyoklat), tiriskan.
Sajikan dengan cabe rawit, glekk... nyuaaaammm...

Note:

Di rumah kami biasa pake pala bubuk & mrica bubuk buatan sendiri, selain lebih fresh rasanya juga lebih nendang. Kalo pake mrica/pala bubuk beli jadi silakan diatur sendiri takarannya karena beda merk beda kualitas.
Kalo Ummi lebih suka membentuk kulitnya oval, jadi setelah dilipat bentuknya setengah oval, cantik deh kayak Ummi :">
Dengan resep kulit yang sama, bisa divariasikan dengan isi apa aja sesue slera. Variasi yang paling sering gue bikin adalah isian samosa dengan rempah yang nyengittt...

Friday, May 26, 2006

Kue Singkong 3 Warna



Sekali lagi, teringat nostalgia masa kecil.
Pertama dan sekali seumur idup -sebelum hari Kemis ini- gue makan kue ini di rumah nenek (dari Abah) saat ada suatu perayaan. Saat itu gue kelas 3 esde. Kue ini dibawa kerabat dari Madura, terbuat dari singkong berlapis dua warna, ijo dan orens ngejreng, khas kue dari kampung. Rasanya legit dan sedap hingga masih lekat dalam kecapan gue saat ini. Sayangnya gue gak pernah lagi menemui kue itu, bahkan Ibu dan Tante2 pun gak ada yang inget dengan kue tersebut *sigh*. Saat gue esempe, gue perna liat kue ini di Femina, namanya Gemblak. Gue hanya baca sekilas, dan belom tertarik untuk nyobain (lah, masi esempe, gue cuman demen masak & gak hobi bikin kue). Waktu berlalu, kerinduan akan si Gemblak ini makin meraja *kek lirik lagu ajeh*, perburuan resep pun berlangsung dan gak ada satupun resep yang bahan2nya nurut gue bakal cocok dengan si Gemblak yang gue makan saat kecil ituh, meski secara penampilan banyak kue tradisional yang tampangnya mirip, beberapa bahkan dengan nama yang sama juga. Gue jadi makin ragu dengan nama "Gemblak", sementara Gemblak versi Femina udah raib entah kemana.
Kemis kemaren -mumpung libur-, terdorong kerinduan dan penasaran yang memuncak, pagi kelar subuh langsung ke pasar... Antre di penjual singkong parut :D Sampe rumah, kelar masak dan rutinitas pagi, siangnya gak bisa bobo terdorong hasrat untuk bereksperimen dengan pedenya, ngluarin tepung ketan dari lemari dan kelapa parut dari friser, cemplung2 -kali ini tanpa lupa menakar untuk dokumentasi-. Setelah mateng dan nyicip... VOILA! Bener2 kue masa kecil itu menjelma dan menari2 memainkan segenap indra pengecapan gue, ahh... senangnya menemukan rasa yang hilang 23 tahun lamanya. Mas Ali pun girang bangets kekasihnjah tertjintah memboeatkan djadjanan tradisional jang disoekainjah :">
Sorenya pun menjadi manis, duduk berduaan ditemani kue nostalgia sambil menghirup Hot Matcha -tanpa gula- nan wangi semerbak, sambil nonton sepakbola Yunani Vs Australia, huehehehe... *antiklimaks*

KUE SINGKONG TIGA WARNA
Bahan:

1 kg singkong yang bagus, diparut >>timbang udah dikupas
500 gr kelapa setengah tua, diparut memanjang
250 gr tepung ketan
250 gr gula pasir
1 sdt peres garam
75 gr margarin, lelehkan
2 sdt vanilla essence
Pewarna kuning, merah dan pasta pandan secukupnya.
Alat:
Loyang 22x22x4cm, dialas plastik di dasarnya, oles sisi2nya dengan minyak sayur
Kukusan ato langseng
Cara:
  • Aduk rata semua bahan kecuali pasta pandan dan pewarna merah, uleni hingga tercampur rata dan menyatu menjadi adonan berwarna kuning

  • Siapkan kukusan diatas api. Sementara itu bagi adonan jadi 3 bagian sama rata. Biarkan satu bagian tetap berwarna kuning

  • Satu bagian diberi pasta pandan sehingga warnanya jadi hijau pupus, satu bagian lagi diberi warna merah hingga menjadi orens

  • Ratakan dan padatkan adonan hijau pada loyang, kukus dengan uap panas 5 menit

  • Angkat, ratakan dan padatkan adonan kuning diatasnya, kukus kembali 5 menit

  • Angkat, ratakan dan padatkan adonan merah diatasnya, kukus kembali selama 30 menit hingga benar-benar matang

  • Angkat, diamkan hingga benar2 dingin. Keluarkan dari loyang, potong2 sesue slera. Sajikan begitu saja ato dengan kelapa parut kalo suka
  • Friday, May 12, 2006

    Puding Panas Pandan Kelapa



    PUDING PANAS PANDAN KELAPA
    Idenya paduan dari Pipis Kopyor dan Puding Roti. Dengan tambahan pandan serta kelapa muda yang berlimpah, puding panas ini menjadi sedap dan legit, paduan abadi cocopandan yang tak pernah usang. Atur jumlah santan sesuai jenis rotinya, kalo roti terlalu ringan dan menyerap banyak cairan maka santan bisa ditambah hingga mencapai 400-450ml. Takaran gula mengikuti selera gue yang gak suka yang terlalu manis maka silakan ditambah sendiri

    Bahan:
    1 bungkus roti tawar (mo berkulit ato gak, terserah)
    1/3 butir kalapa tua, parut
    4 butir telur
    75 gr gula pasir ato sesue slera
    ½ sdt garam
    Blender, peras & saring:
    10 lembar daun pandang wangi
    6 lembar daun suji
    300-450 ml air kelapa muda (tergantung daya serap rotinya, atur sendiri lah ya)
    Aduk rata, diamkan 15 menit:
    3 butir kelapa muda, keruk pake sendok teh
    1½ sdt esens kelapa, ato cocopandan juga bisa
    75 gr gula pasir
    Alat:
    Loyang 22x22x4 cm, alasi dengan plastik ato daun pisang di dasarnya ajah
    Kukusan yang muat dengan loyang (gue pake langseng)
    Cara:
  • Buat santan dari kelapa parut menggunakan air pandan

  • Siapin kukusan, naikin ke api. Sambil nunggu panas kita kerjain si puding

  • Ambil 3-4 lembar roti tawar, susun di dasar loyang (yang udah dialas daun pisang/plastik) hingga tepat menutup dasarnya. Kalo perlu rotinya bisa dipotong agar match. Iris2 sisa roti tawar bentuk dadu.

  • Kocok lepas: telur, gula dan garam sambil dituangi santan dikit2 sampe rata dan gula larut

  • Masukin irisan roti dan campuran kelapa ke dalam kocokan telur, aduk pelan dan rata pake spatula ato sendok kayu. Jangan terlalu napsu ngaduknya, ntar rotinya ancur

  • Tuang ke loyang yang udah beralas roti, ratakan permukaannya

  • Masukin kukusan yang udah mendidih, kukus 30 menit. Angkat & sajikan hangat

  • Note:
    Kalo disajikan panas/hangat, kudu disendokin, gak bisa dipotong karena terlalu lembek.
    Bisa disajikan dingin, masukin kulkas hingga dingin, bisa dipotong2 dengan rapi.
    Sengaja gak pake pasta pandan karena kalo dikukus bareng roti rasanya jadi kabur, kalah oleh roti dan kelapa. Kalo takaran pastanya ditambah, warnanya jadi genjreng bin norak.
    Penggunaan esens kelapa untuk menguatkan karakter kelapa. Bisa dihilangkan dan tetep enak kok.
    Sengaja pake loyang tipis karena kalo terlalu tebal penyajiannya kurang menarik.
    Bisa pula dicetak individual pake mangkuk2 kecil tahan panas

    Wednesday, April 05, 2006

    Ketan Duren

    Musim duren gini, rada bosen juga makan duren biasa. Mo bikin puding juga males, bikin cake dan eskrim palagiii... Tiba2 inget Ketan Duren ala nenek. Hmmm, lembutnya nasi ketan berpadu dengan wangi dan legitnya saus durian. Huaahh... sapa sih yang bisa nahan godaannya! Palagi sausnya lekat dan pekat, berbahan santan yang gurih. Gleg...
    Dasar lagi males, gue beli nasi ketan yang udah jadi di tukang kue jajan pasar, dan pake santan bubuk karena aromanya lebih gurihhh...
    Perhatiin Note dibawah yah, note-nya lebih banyak dari step resepnya hehehehhh... tapi perlu diikutin biar saus duriannya endang bambang gulindang ;)


    KETAN DUREN
    Bahan:

    500 gr nasi ketan siap pakai
    Saus Durian:
    150 gr daging durian
    200 ml air matang hangat
    2 sdm santan bubuk
    2 sdm gula pasir
    Sejumput garam
    Cara:
  • Larutkan santan bubuk dengan air hangat, campur bersama gula pasir dan garam. Panaskan sambil diaduk2 hingga mendidih lembut.

  • Masukin daging durian, aduk2 dan didihkan sekali lagi, angkat.

  • Penyajian:
    Letakkan nasi ketan secukupnya di piring kecil, siram dengan saus durian. Sajikan segera.
    Note:
    Kalo pengen santannya lebih kental silakan atur sendiri ya. Gue seh lebih suka santannya gak terlalu kental biar gak eneg, karena duren udah sangat berlemak.
    Sengaja pake gula pasir agar lebih segar dan aroma durennya lebih nonjol dibandingkan kalo pake gula merah.
    Nggak perlu pake daun pandan karena aroma duren udah sangat kuat dan khas.
    Daging durian gak usah dilumatin dengan garpu, palagi diblender. Oh nooo... Gue lebih demen duriannya chunky, lebih greget.

    Wednesday, April 20, 2005

    Puding Kacang

    Gue doyan banget puding, tapi kadang2 bosen juga makan puding yang gitu2 ajah. Puding coklat, vanilla, tape dan srikaya, sering gue buat. Trus gue iseng-iseng bikin puding berbahan kacang ijo & kacang merah, hmmm... ternyata enak loh. Gurih & legit. Disamping enak, puding ini juga kaya serat. Buat yang lagi diet rendah lemak santannya bisa diganti susu low fat. Saus yang cocok untuk puding ini bisa saus coklat, saus gula merah, saus nangka, saus durian mopun saus vanilla. Eh puding ini juga bagus banget buat balita, santannya jangan lupa diganti susu bubuk formula.


    PUDING KACANG HIJAU
    Bahan :
    7 gram (1 sachet) agar-agar bubuk warna putih
    500 ml santan
    5 sdm gula pasir /secukupnya
    1/4 sdt garam
    100 gr kacang hijau, cuci bersih, tiriskan
    500 ml air
    2 sdm air daun suji
    3 lembar daun pandan, cabik2 & simpulkan
    Cara:
    Rendam kacang hijau dalam air selama 4 jam, tiriskan.
    Takar air perendamnya sebanyak 400 ml (kalo kurang ditambah air secukupnya), rebus sampe mendidih, masukkan kacang hijau.
    Rebus sampe lunak & airnya menyusut, angkat & diamkan sampai hangat.
    Blender rebusan kacang hijau, gula pasir, agar2, air daun suji & garam.
    Rebus santan & pandan sambil diaduk sampe mendidih lembut, masukkan blenderan kacang hijau. Aduk rata, didihkan sekali lagi dan matikan api. Tuang ke cetakan puding, diamkan sampe beku. Dinginkan di kulkas minimal 4 jam sebelum disajikan.



    PUDING KACANG MERAH
    Bahan:
    7 gram (1 sachet) agar-agar bubuk warna putih
    500 ml santan
    5 sdm gula pasir /secukupnya
    1/4 sdt garam
    100 gr kacang merah, cuci bersih, tiriskan
    500 ml air
    3 lembar daun pandan, cabik2 & simpulkan
    Cara:
    Rendam kacang merah dalam air semaleman, tiriskan.
    Takar air perendamnya sebanyak 400 ml (kalo kurang ditambah air secukupnya), rebus sampe mendidih, masukkan kacang merah.
    Rebus sampe lunak & airnya menyusut, angkat & diamkan sampai hangat.
    Blender rebusan kacang merah, gula pasir, agar2 & garam.
    Rebus santan & pandan sambil diaduk sampe mendidih lembut, masukkan blenderan kacang merah. Aduk rata, didihkan sekali lagi dan matikan api. Tuang ke cetakan puding, diamkan sampe beku. Dinginkan di kulkas minimal 4 jam sebelum disajikan.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar