Rabu, 06 Januari 2010

Tips Aman Mengolah makanan Sisa


KOMPAS.com - Usai pesta, selain rasa bahagia, yang juga masih tersisa adalah makanan yang menjadi jamuan. Rasanya terlalu sayang jika dibuang begitu saja. Apalagi kalau mengingat jerih payah mengolahnya.

Nah, agar tak sia-sia dan aman diolah di kemudian hari, pahami yang satu ini, agar makanan sisa tetap layak dimakan setelah diolah kembali.

1. Bungkus Rapat: Masalah menyimpan makanan memang mendasar tapi sangat berguna. Untuk menghindari makanan basi, kering, atau terkontaminasi bakteri, bungkus makanan dalam wadah kedap udara. Jika menggunakan plastik, ketika makanan sudah masuk, tekan pelan-pelan plastik agar udara di dalamnya keluar. Gunanya, agar kontaminasi oksigen bisa diperkecil.

2. Dinginkan Segera: Bakteri tumbuh dengan mudah dalam suhu ruangan, hindari dengan segera memasukkan makanan sisa ke dalam lemari es. Simpannya pun tak boleh sembaran, bungkus dengan kontainer plastik kedap udara. Jika baru dipanaskan, biarkan beberapa saat sampai uap panasnya hilang, baru simpan.

3. Beri Jarak: Ketika menyimpan makanan dalam wadah, jangan memaksakan isinya hingga penuh. Beri sisa ruang sekitar 5 cm. Tujuannya agar makanan cepat dingin. Begitu juga di lemari es, jangan biarkan bagian dalamnya sesak dengan makanan. Pasalnya, ini akan mengganggu sirkulasi udara dingin dalam lemari es.

4. Hemat Ruang: Untuk mengatasi poin 3 tadi, lebih baik siapkan plastik kedap udara yang bisa ditutup rapat (sealed bags). Plastik ini juga ringkas, jika misalnya Anda ingin membagikan makanan sisa pada tetangga.

5. Jangan Potong: Berniat menyiasati ruang penyimpanan makanan sisa dengan memotongnya? Lebih baik jangan. Apalagi jika makanan sisa berupa daging, lebih baik langsung disimpan. Memotong dagingnya hanya akan meningkatkan jumlah bakteri di bagian luar daging.

6. Lebih Lama, Freezer Saja: Kalau makanan sisa tidak akan diolah dalam waktu dekat, simpan dalam freezer yang suhunya lebih dingin daripada lemari es.

7. Buang Isinya: Untuk makanan seperti Ayam Isi, pisahkan isinya segera. Lalu simpan di freezer sampai waktunya diolah kembali. Sebagai catatan, isian makanan hanya bisa digunakan paling lama 3-4 hari, sementara untuk yang berkuah, waktunya lebih singkat, yaitu 1-2 hari.

TIPS MEMASAK PASTA

Jangan merebus pasta berbeda tipe dalams satu panci bersamaan. Beda pasta beda waktu yang diperlukan untuk merebus.
Senin, 28/12/2009 | 16:41 WIB

KOMPAS.com - Untuk menyiapkan makanan pasta, salah satu yang penting dalam sajian adalah rasa saus. Namun, saat ini sudah banyak cara untuk menyajikan saus pasta, bahkan sudah banyak saus pasta botolan yang bisa dibeli, tinggal tambahkan bumbu sedikit, selesai. Tapi yang sulit adalah menyiapkan agar pastanya terhidang dengan pas. Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk memastikan pasta Anda terhidang sempurna.

- Pastikan Anda memiliki air yang cukup banyak saat merebus pasta. Pasta butuh banyak ruang untuk bergerak saat direbus. Pastikan air sudah dalam keadaan benar-benar mendidih sebelum memasukkan pasta.

- Anda bisa menambahkan satu sendok makan minyak ke dalam air untuk memastikan agar pasta yang Anda rebus tidak menempel satu sama lain, tapi tips ini bukan keharusan.

- Menambahkan garam pada air rebusan juga pilihan. Melakukan hal ini akan menambah rasa gurih serta membantu saus terserap lebih baik saat pasta sudah matang.

- Rebuslah satu macam pasta dalam satu panci rebusan. Jika pasta dalam berbentuk berbeda direbus bersamaan, kematangannya tidak akan maksimal. Tiap pasta memiliki waktu matang berbeda. Pastikan api dalam keadaan sedang.

- Pasta seharusnya lembut namun tetap cukup padat untuk digigit (ini yang namanya al dente). Jika Anda memasak pasta lebih dari tingkat ini, memang masih bisa dimakan dan dinikmati. Namun, rasanya akan lebih lembek dan cepat terkoyak. Ketika Anda belum yakin, coba angkat sehelai pasta untuk dicicipi sebelum benar-benar mengangkat semuanya.

- Saring pasta yang sudah matang dengan penyaring berbentuk mangkuk. Basuh kembali dengan air dingin jika ingin mendapatkan pasta dingin. Zat tepung yang ada di bagian terluar pasta akan membantu saus terserap lebih baik. Ketika Anda menyiram kembali pasta Anda, zat tepung tersebut akan terhilang.

- Untuk memberikan rasa, tambahkan saus, sayuran, dan atau keju pada pasta Anda. Anda juga bisa menambahkan ayam atau daging lain yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar. Cobalah tambahkan rasa dengan menggunakan udang.

Lapis Kentang Isi


Bahan:
500 g kentang, kupas, iris melintang tipis
150 g brokoli, petik kuntum
100 g keju parut

Isi:
2 sdm mentega
1/2 bawang bombai, cincang halus
1 siung bawang putih, memarkan
250 g daging sapi giling
1 sdm saus tomat.
250 g tomat merah, cincang halus
1 sdt basil kering
1 lbr bay leaf
1 sdt oregano kering
1 sdt merica hitam bubuk
1 sdt gula pasir
1 sdt garam

Cara Membuat:
Isi: Tumis bawang bombai dan bawang putih hingga layu. Tambahkan daging sapi, aduk hingga berubah warna. Masukkan bahan lain dan bumbu. Didihkan hingga mengental.

Susun irisan kentang di dasar pinggan tahan panas yang telah diolesi mentega. Beri sebagian adonan daging, tutup dengan brokoli, taburkan keju. Tata lagi kentang, daging, brokoli, dan keju hingga semua bahan habis.

Panggang selama 30 menit atau hingga matang. Angkat. Sajikan hangat.

Untuk 6 porsi

Cireng isi bakso



Bahan:

200 gr tepung tapioka
50 gr tepung terigu
1 btg daun bawang, iris tipis
1 sdt garam
2 siung bawang putih, haluskan
50 ml santan kental
75 ml air
minyak untuk menggoreng

Bahan isi:

5 bh bakso
1/2 btg daun bawang, potong-potong
1/4 sdm kecap manis
1/2 sdt kecap asin
1 sdm minyak goreng

Haluskan:

2 bh bawang merah
1 siung bawang putih
2 bh cabai merah
1/4 sdt garam
1/8 sdt gula pasir

Cara Membuat:

1. Aduk tepung tapioka, tepung terigu, daun bawang, dan garam.
2. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan air dan santan, didihkan. Selagi panas, tuang ke dalam campuran tepung sambil diaduk rata. Setelah agak dingin, uleni dengan tangan hingga kalis. Bagi menjadi 24 buah, sisihkan.
3. Buat isi: tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan bakso dan daun bawang. Bumbui kecap manis dan kecap asin, aduk sampai matang.
4. Pipihkan cireng, isi dengan tumisan bakso. Tutup dengan adonan cireng lagi. Goreng hingga kecokelatan.

Untuk 12 buah

Labu Siam masak Santan


Bahan:

2 bh labu siam, buang getahnya, potong korek api
100 gr tempe asam (dibusukkan), potong kotak
100 gr cabai hijau, potong miring
cabai rawit utuh sesuai selera
50 gr teri jengki asin, goreng kering
2 btg daun bawang, potong 1 cm
1 ruas lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
1 sdt gula merah
300 ml santan encer dan 200 ml santan kental dari ½ btr kelapa

Haluskan:

4 bh bawang merah
3 siung bawang putih
½ sdt ketumbar
1 bh kemiri
garam secukupnya

Cara Membuat:

1. Didihkan santan encer, bumbu halus, lengkuas, cabai merah, daun salam, dan labu siam sambil diaduk.
2. Setelah mendidih, masukkan teri jengki dan daun bawang.
3. Masukkan tempe dan santan kental, aduk hingga matang dan bumbu meresap.

Untuk 4 orang

Chitanni Bawang



Bahan:
3 sdm minyak zaitun
2 bawang bombai, cincang kasar
1 ruas jari jahe, haluskan
3 siung bawang putih, iris tipis
1 sdt garam
1/2 sdt kunyit bubuk
3 bh kapulaga, haluskan
1 lbr bay leaf
2 bh cabai rawit hijau, haluskan
1 btg kayu manis (2 cm)
1 sdt jintan bubuk
1 ekor ayam, potong 12 bagian
300 ml air
2 sdm air asam jawa
1/2 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombai dan bawang putih hingga halus, masukkan jahe, garam, kunyit, kapulaga, bay leaf, cabai, kayu manis, dan jintan. Tumis selama 2 menit.
2. Masukkan ayam, aduk selama 2 menit. Tambahkan air, masak hingga lunak. Tambahkan air asam jawa dan gula pasir. Aduk-aduk hingga kuah kental. Angkat.

Untuk 6 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 186 Kkal
Protein: 20,4 gr
Lemak: 9,0 gr
Karbohidrat: 5,1 gr
a, 5/1/2010 | 11:06 WIB
Bahan:
3 sdm minyak zaitun
2 bawang bombai, cincang kasar
1 ruas jari jahe, haluskan
3 siung bawang putih, iris tipis
1 sdt garam
1/2 sdt kunyit bubuk
3 bh kapulaga, haluskan
1 lbr bay leaf
2 bh cabai rawit hijau, haluskan
1 btg kayu manis (2 cm)
1 sdt jintan bubuk
1 ekor ayam, potong 12 bagian
300 ml air
2 sdm air asam jawa
1/2 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombai dan bawang putih hingga halus, masukkan jahe, garam, kunyit, kapulaga, bay leaf, cabai, kayu manis, dan jintan. Tumis selama 2 menit.
2. Masukkan ayam, aduk selama 2 menit. Tambahkan air, masak hingga lunak. Tambahkan air asam jawa dan gula pasir. Aduk-aduk hingga kuah kental. Angkat.

Untuk 6 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 186 Kkal
Protein: 20,4 gr
Lemak: 9,0 gr
Karbohidrat: 5,1 gr

Cah Udang Cabai hijau

Cah Udang Cabai Hijau
Rabu, 30/12/2009 | 11:09 WIB

Bahan:
250 gr udang galah/pancer, belah punggungnya
1 sdt jahe parut
2 sdm minyak untuk menumis
10 siung bawang merah, iris
1 lembar daun kunyit, iris halus
1 lembar daun jeruk purut
1 buah paprika, potong kotak-kotak

Haluskan:
5 buah cabai hijau
1 cm lengkuas
1 cm kunyit
3 siung bawang putih
1 sdm air jeruk nipis
Garam dan gula secukupnya

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan jahe, diamkan sesaat. Tumis udang 1/2 matang. Sisihkan.
2. Tumis bawang merah dan bumbu halus hingga harum. Tambahkan daun kunyit, dan daun jeruk purut. Masak hingga matang.
3. Masukkan udang dan paprika. Masak sebentar. Sajikan.

Tips:
Untuk menghilangkan bau amis udang, buang urat pada bagian punggungnya dengan bantuan ujung pisau. Sedangkan untuk membuat udang lebih segar dan renyah, rendam udang dalam air es, yang telah diberi 1 sendok teh gula.

Untuk 2 porsi

Poin kalori: 2,5
Karbohidrat: rendah
Protein: rendah
Lemak: rendah

Resep: WRP Diet Center